Rabu, 19 September 2018

Makalah Pergaulan Bebas

agaritaclaraw@gmail.com
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN JAYAPURA
MAKALAH
(PENELITIAN)
PERGAULAN BEBAS DI DISTRIK NIMBORAN
Diajukan sebagai tugas ujian praktik bidang studi Sosiologi
 










Disusun Oleh : Kelompok I

1.      AGARITA CLARA WOMSIWOR
2.      ESTERLITA WANDI
3.      SENAS GRIAPON
4.      ORNIMUS ALFRED DAKA
5.      PETRUS YANUARING
6.      AMIRUDIN
 










KELAS XII IPS 1
SMA NEGERI 1 NIMBORAN
Tahun Pelajaran 2015


KATA PENGANTAR
            Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas perlindungan dan penyertaan-Nya, sehingga kami kelompok satu mampu menyelesaikan tugas penelitian yang berjudul “Pergaulan Bebas yang Terjadi di Distrik Nimboran”. yang disusun dalam bentuk makalah yang diselesaikan sesuai dengan waktu yang diharapkan.Makalah ini merupakan hasil dari kerjasama kami,selama meneliti dan memahami guna mempelajari dan mencari kejelasan tentang pergaulan bebas yang terjadi di Distrik Nimboran.
           Dalam era globalisasi ini, banyak sekali terjadi perubahan-perubahan sosial.Perubahan-perubahan ini dapat berdampak positif maupun negatif.Perubahan itu mulai terjadi pada diri individu,kelompok,bahkan masyarakat.Maka itu berhati-hatilah dalam menerima,bertindak,dan mengambil keputusan dalam menghadapi perubahan yang ada.
            Terimakasih kepada KAPOLSEK NIMBORAN bapak Sandry Hutabarat dan ibu Erni sebagai narasumber yang turut memberikan sumbangsih dalam penyelesaian makalah ini. kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Bpk.Guru bidang studi pelajaran Sosiologi yang telah mengajar, mendidik, dan memberikan motivasi yang tiada hentinya. Semoga apa yang diberikan bapak kepada kami  tidak sia-sia dikemudian hari. Ucapan terimakasih juga kepada  teman-teman sekalian yang telah membantu dalam bertukar pikiran serta memberikan pendapat yang baik sehingga tugas ini dapat terselesaikan.
              Meskipun kami telah memberikan upaya yang maksimal untuk menghasilkan tugas terbaik,namun kami juga menyadari akan adanya keterbatasan,seperti ucapan “Tak ada gading yang tak retak,tak ada mawar yang tak berduri”,untuk itu segala kritik dan saran sangat kami  harapkan demi perbaikan dan peningkatan kualitas penelitian edisi berikutnya.

Terima Kasih


Genyem, Maret 2015





Kelompok satu































DAFTAR ISI
Halaman Judul...........................................................................................                i
Kata Pengantar.....................................................................................             ii
Daftar Isi.................................................................................................             iv
BAB I : PENDAHULUAN......................................................................               1            
                     1.1 Latar Belakang..............................................................              1
                   1.2 Rumusan Masalah......................................................                      1
                   1.3 Tujuan.......................................................................              2
                   1.4 Manfaat......................................................................             2
BAB II  : PEMBAHASAN......................................................................                3
                    2.1 Pengertian Pergaulan Bebas...........................................                3
2.1.1 Contoh Pergaulan Bebas........................................               3
   2.2  Pergaulan bebas yang terjadi di Distrik Nimboran.........               4
   2.3 Faktor yang Mempengaruhi Pergaulan Bebas................                7
  2.4 Dampak Negatif dari Pergaulan Bebas............................              10
  2.5 Pencegahan.......................................................................             11
BAB III : PENUTUP................................................................................             14
                 3.1 Kesimpulan..................................................................           14
                 3.2 Saran............................................................................           14
Daftar Pustaka.....................................................................................           15


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, pergaulan bebas memegang peranan penting sebagai problema masal yang meresaahkan. Di era globalisasi  yang  penuh kemajuan  ini memberikan dampak yang sangat besar diseluruh aspek kehidupan manusia, dimana dampak negatiflah yang sangat berpengaruh besar.
Secara garis besar, pergaulan bebas yang terjadi di Distrik Nimboran ini banyak sekali terjadi pada kalangan remaja. Remaja adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa kearah yang lebih baik , yang mempunyai pemiikiran jauh kedepan dan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, remaja tersebut harus mendapatkan pengertian khusus, baik oleh dirinya sendiri, orang tua, dan masyarakat sekitarnya.
Pada makalah ini, kami akan membahas pergaulan bebas yang terjadi di Distrik Nimboran.
1.2  Rumusan Masalah
1.2.1 Pengertian pergaulan bebas
1.2.2 Pergaulan bebas yang terjadi di Distrik Nimboran
1.2.3 Faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas
1.2.4 Dampak negatif dari pergaulan bebas
1.2.5 Pencegahan
1.3 Tujuan Penelitian
Makalah penelitian ini dibuat dengan tujuan agar masyarakat masa kini terarah pergaulan dan hubungannya, yaitu dengan melakukan atau berpikir dan bertindak dengan menggunakan akal sehat, agar remaja tidak terjebak didalam pergaulan bebas  dan tetap membentengi diri dengan iman yang kokoh.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat makalah penelitian ini yaitu menjelaskan secara mendalam dan terperinci tentang  pergaulan bebas yang terjadi di wilayah Distrik Nimboran masa kini.









BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas yaitu kegiatan berhubungan atau berinteraksi dengan siapa saja yang bersifat bebas tanpa memandang ras, usia, jenis kelamin, dan golongan tertentu. Dalam hubungannya atau berinteraksi juga kadang akan berdampak positif dan negatif, sehingga banyak orang yang sudah salah menyalahartikan hubungan tersebut.
Pergaulan bebas berdampak negatif dipengaruhi oleh adanya keinginan individu yang ingin hidup sendiri, bertindak sendiri tanpa mementingkan bimbingan dari orang lain dalam hal ini orang tua, karena merasa dirinya sudah dewasa. Iapun ingin menikmati hidupnya dengan hal-hal buruk yang dianggapnya itu hal baik. Pergaulan bebas ini terjadi karena adanya perubahan sosial yang masuk dan diterima oleh masyarakat, misalnya narkoba dan seks bebas.
2.1.1 Contoh Pergaulan Bebas
Adapun contoh dari pergaulan bebas, sebagai berikut :
1). Berpacaran, merupakan konflik pribadi. Misalnya, timbul karena minat yang berlawanan, tidak ada keuletan, atau tidak ada kemampuan untuk mengemangkan diri dan meluaskan hidup.
2). Narkoba berhubungan dengan konflik agama, dengan mengenai hakikat dan tujuan hidup, aturan-aturan yang bertentangan dengan agama. Selain itu juga terjadi konflik di sekolah, antara lain berupa tidak dapat mengikuti pelajaran, tidak lulus ujian, persoalan hubungan antarmurid dan guru, atau persoalan kedudukan diantara teman-teman sebaya di dalam kelas. Dan terjadi pula konflik dengan orang tua sendiri, konflik terjadi sebagai akibat situasi-situasi hidup bersama dengan orang tua. Pengaharapan-pengaharapan orang tua dan kewajiban-kewajiban seorang anak kepada kedua orang tuanya sulit sekali dijalankan bersamaan secara serasi, misalnya harapan orang tua adalah anakrajin belajar, patuh terhadap perintah, dan hanya mengerjakan pekerjaan yang diinginkan atau diharapakan oleh mereka. Akan tetapi, kebanyakan anakmengerjakan pekerjaan yang tidak diharapkan oleh orang tua mereka. Bagi anak, apa yang dilakukan dan dicobanya itu semata-mata untuk mencari pengalaman dan dalam usaha untuk menemukan jati diri.
 Lebih terperinci lagi dapat dilihat pada pembahasan berikut ini mengenai pergaulan bebas yang terjadi di Distrik Nimboran.
2.2  Pergaulan bebas yang Terjadi di Distrik Nimboran
Pergaulan bebas itu terjadi karena adanya modernisasi. Modernisasi sendiri adalah suatu proses menuju masa kini, ketika terjadi perubahan sosial budaya dan masyarakat yang memperbaharui diri untuk mendapatkan karakteristik atau ciri-ciri oleh masyarakat modern.
Kedua pakar sosiologi Jhon Lewis Gallin dan Jhon Philip Gallin menyatakan bahwa perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima akibat adanya perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat. Faktor penyebab perubahan sosial yaitu faktor internal (dari dalam) dan faktor eksternal (dari luar). Contoh salah satu faktor internal yaitu :
1. Penemuan-penemuan baru
Faktor-faktor yang menimbulkan penemuan-penemuan baru yaitu :
Ø  Kesadaran individu-individu atas kekurangannya yang ada dalam kebudayaannya
Ø  Keinginan untuk meningkat kualitas kehidupan
Ø  Adanya keuntungan yang diperoleh
2. Contoh salah satu faktor eksternal yaitu :
Pengaruh kebudayaan masyarakat lain seperti kontak langsung  dengan masyarakat lain yang berbeda kebudayaan dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Ini membuat individu tersebut ingin menikmati hidupnya dengan berbagai hal yang dianggap baik olehnya tanpa ia menyadari sebenarnya apa yang dilakukannya itu baik.buruk.
Menurut hasil penelitian yang telah dihimpun dari pihak kepolisian bahwa di Distrik Nimboran ini sudah sejak lama ditemukan kasus-kasus yang menyangkut dengan pergaulan bebas, hal ini diketahui karena sering  pihak kepolisian sektor Nimboran menemukan kasus tentang seks pranikah. Para remaja mejadikan tempat-tempat yang sunyi dan sepi untuk dapat “beraksi”, misalnya di ujung perkampungan, pondok-pondok, kebun-kebun dan sebagainya. Berikut ini adalah data kasus dari bulan Januari – Maret 2015 yang disajikan dalam  bentuk tabel.
Tabel 1.1 Data Kasus Bulan Januari – Maret 2015 yang Diperoleh dari Hasil Wawancara dengan Pihak Kepolisian Sektor Nimboran.
No.
Jenis Kasus
Penyelesaian
Jumlah (Berapa kali)
Keterangan
1.
Pencurian
Lidik
1
Lidik
2.
Penganiayaan
Selesai secara kekeluargaan dan pembuatan pernyataan

6
Pembuatan Pernyataan
3.
KDRT
Selesai secara kekeluargaan dan pembuatan pernyataan

5
Selesai
4.
Perzinahan
Selesai secara kekeluargaan dan pembuatan pernyataan

1
Selesai
5.
Pengrusakan
Selesai secara kekeluargaan
4
Selesai



Penjelasan Tabel :
Pada bulan Januari – Maret 2015, terdapat 5 jenis kasus yang ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor Nimboran. Pertama, kasus pencurian berjumlah 1 kasus yang masih dalam tahap penyelidikan. Kedua, kasus penaniayaan berjumlah 6 kasus, dimana kasus ini telah diusut tuntas secara kekeluargaan dan pembuatan pernyataan. Ketiga, kasus KDRT berjumlah 5 kasus yang telah dituntaskan secara kekeluargaan dan pembuatan pernyataan. Keempat, kasus perzinahan yang berjumlah 1 kasus, dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kelima, kasus pengrusakan yang telah diselesaikan pula secara kekeluargaan.
2.3  Faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas
Menurut Clyde Kluckhon, nilai hakikat hidup manusia terdiri atas :
1) Masyarakat yang menganggap hidup itu baik;
2) Masyarakat yang menganggap hidup itu buruk;
3) Masyarakat yang menganggap hidup itu buruk tetapi, manusia wajib berikhtiar (berusaha) supaya hidup menjadi lebih baik.
Selain itu, dalam nilai sosial menurut Prof. Notonegoro, pada nilai rohani (nilai moral) yaitu nilai sosialyang berkenaan dengan kebaikan dan keburukan, bersumber dari kehendak atau kemauan  (karsa dan etika).
Terjadinya gegar budaya (cultural shock) yang terdapat dalam dampak globalisasi yaitu goncangan jiwa atau mental seseorang/sekekelompok orang  akibat belum adanya kesanggupan atau kesiapan.
Akibat globalisasi, terjadilah konflik sebagai proses sosial, konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu yang  terlibat dalam suatu interkasi, misalnya perbedaan fisik, kepandaian, pengetahuan, adat-istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Adapun dua hal utama pemicu konflik, yaitu :
a. Perbedaan individu
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan suatu hal atau lingkungan yang nyata ini  dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.
b. Perbedaan latar belakang kebudayaan
Ada yang diasuh dengan pola latihan kemandirianyang mendorong seseorang menjadi berani dalam mengambil tindakan, tanggungjawab kritis, tetapi agak sedikit individualis. Ada pula yang diasuh dalam lingkungan kebudayaan yang menerapkan pola ketergantungan. Dalam hal ini seseorang akan cenderung bersifat kurang mandiri, menghargai orang lain, bersahabat, dan cenderung tidak bersifat individualis. Dalam lingkup yang lebih luas, masing-masing kelompok kebudayaan memiliki nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berbeda-beda ukurannya sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Perbedaan-perbedaan inilah yang dapat mendatangkan konflik sosial, sebab kriteria baik-buruk, sopan tidak sopan, pantas tidak pantas, bahkan berguna tidak bergunanya pola pemikiran masing-masing yang didasarkan pada latar belakang kebudayaan masing-masing.
Jadi berdasarkan uraian-uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas, sebagai berikut :
Ø  Kurangnya moral (watak, pikiran) yang dewasa untuk dapat menyikapi setiap alur kehidupan;
Ø  Tidak menaati norma-norma yang berlaku dalam masyarakat seperti norma agama, norma adat-istiadat, norma hukum, norma kesopanan dan norma kesusilaan;
Ø  Kurangnya pengawasan dari orang tua atau sebaliknya tidak mengindahkan nasihat orang tua;
Ø  Keinginan untuk mencari kesenangan sendiri
Ø  Imitasi atau kegiatan suka meniru
Ø  Ketidakpuasan dengan cara hidup yang lama
Ø  Mempunyai rasa ingin tahu dan selalu ingin  mencoba hal baru


2.4 Dampak Negatif dari Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas tersebut tidak memandang usia (tua-muda, besar-kecil dan sebagainya). Oleh sebab itu, tanpa pengendalian diri yang signifikan maka dapat memicu suatu masalah atau persoalan terhadap diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Hal ini dapat dapat terjadi baik secara individu maupun kelompok yang tidak bisa mengendalikan emosi sehingga dapat berakibat buruk.  
Adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari pergaulan bebas, antara lain :
1). Keretakan dan perceraian dalam rumah tangga yang terjadi akibat perkelahian, dimana miras merupakan pemicunya
2). Banyak pelajar maupun mahasiswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya karena berhubungan seks dibaah umur;
3). Mengkonsumsi minuman keras sehingga mengakibatkan kriminal, sepetri pemerasan, penganiayaan, pemerkosaan, dan sebagainya. Berikut ini adalah contoh pemerasan, penganiayaan`dan pemerkosaan.
Ø  Pemerasan. Akibat mabuk, si A bisa melakukan tindakan-tindakan yang kurang baik seperti pemalakkan di jalan raya.
Ø  Penganiayaan. Akibat mabuk, kehidupan rumah tanggapun tak berjalan semestinya.
Ø  Remaja wanita yang hamil pranikah menuntut pertanggungjawaban terhadap dirinya tetapi si pria menolak dan tidak mengakuinya merupakan pemicu bentrok antardua keluarga dari kedua belah pihak.
2.5 Pencegahan
Upaya pencegahan yang dilakukan agar dapat terhindar dari pergaulan bebas dan dampak buruknya terangkum dalam nilai-nilai sosial, sebagai berikut :
a. Klasifikasi nilai sosial
Ø  Nilai kebenaran dan nilai empiris, yaitu nilai yang bersumber dari proses berpikir teratur menggunakan akal manusia dan diikuti dengan fakta-fakta yang telah terjadi (logika,rasio)
Ø  Nilai keindahan, yaitu nilai-nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia  (perasaan dan estetika)
Ø  Nilai moral, yaitu nilai sosial yang berkenaan dengan kebaikan dan keburukan, bersumber dari kehendak / kemauan (karsa dan etika)
Ø  Nilai religius, yaitu nilai ketuhanan yang berisi keyakinan / kepercayaan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b. Peran nilai sosial
Ø  Mengarahkan masyarakat untuk berpikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat (berperilaku pantas), agar tercipta integrasi dan tertib sosial.
Ø  Motivasi manusia untuk mewujudkan dirinya dalam perilaku sesuai dengan yang diharapakan oleh peran-peran dalam mencapai tujuan
Ø  Alat solidaritas yang mendorong masyarakat untuk saling kerja sama demi mencapai suatu tujuan. Dalam hal ini, nilai menuntut manusia untuk melakukan kerja sama dan menghilangkan perbedaan-perbedaan yang ada.
Ø  Pengawas, pembatas, pendorong dan penekan individu untuk selalu berbuat baik. Pengawas berarti nilai menjadi kontrol atas tindakan-tindakan yang dibatasi oleh nilai-nilai yang ada.
Nilai hanya dapat ditangkap dan dilihat melalui tingkah laku atau benda yang mengandung nilai itu sendiri.
Pencegahan dapat pula dilakukan melalui lembaga keluarga, pendidikan, dan lembaga agama sesuai dengan fungsi dan perannya sebagai berikut :
1). Lembaga keluarga
Fungsi keluarga antara lain, fungsi sosialisasi, dan fungsi efeksi (kasih sayang)
Ø  Fungsi sosialisasi
Keluarga adalah lembaga sosial yang pertama dan utama bagi seorang anak, sebab dia dilahirkan ditengah-tengah keluarga dan beberapa tahun lamanya diasuh dan dididik oleh semua anggota keluarga yang ada, disitulah proses pembelajaran nilai dan norma sosial (sosialisasi) dilakukan dalam keluarga dan dimulai sejak lahir hingga dewasa.

Ø  Fungsi efeksi (kasih sayang)
Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kasih sayang atau saling mencintai. Seorang anak yang tidak menerima cinta kasih dari ayah dan ibu dan anggota keluarga lainnya, dapat berkembang menjadi anak yang sering melakukan pelanggaran terhadap norma dan nilai sosial masyarakat. Keluarga juga berperan besar dalam membentuk kepribadian seorang anak melalui hubungan sosial.
Ø  Lembaga pendidikan
 Robert Dreeben (1968), berpendapat bahwa sekolah tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung tetapi sekolah juga berperan dalam mengembangkan kepribadian seorang anak karena, selain memperhatikan perkembangan intelektual, tetapi juga perkembangan jasmani dan mental anak tersebut, serta mengajarkan budi pekerti luhur, tata cara berinteraksi serta cara-cara membentuk kepribadian yang baik.
Ø  Lembaga agama
Beberapa ilmuwan seperti Ligt, Killer, dan Calhoun (1989) mengatakan bahwa setiap ajaran mempunyai praktik keagamaan, mislanya shalat, puasa, kebaktian, bersemedi, dan praktik lainnya.




BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Pergaulan bebas adalah bergaul / berinteraksi dengan siapa saja tanpa memandang usia atau pekerjaan. Dalam pergaulan bebas juga memberikan dampak positif dan negatif.  Perkembangan  IPTEK  di era  globalisasi ini membuat banyak orang yang hidup tanpa mementingkan orang lain, dan ingin menikmati hidupnya sendiri dengan berbagai macam hal-hal yang buruk.
Hal ini menunjukkan bahwa nilai dan norma yang terkandung dalam diri individu,, keluarga maupun masyarakat sudah semakin rusak.
3.2  Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dibahas sebelumnya maka disarankan kepada setiap individu agar lebih jeli dalam menyikapi setiap perubahan yang selalu bergulir dari waktu ke waktu, karena setiap perubahan itu sangat berdampak  di seluruh aspek kehidupan, dan remaja Indonesia merupakan “kompas masa depan” bagi generasi berikutnya  yang cerdas dan berpikir sercara rasional harus mampu bersaing di segala bidang dan mempunyai ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.


Daftar Pustaka
Muin, Idianto. 2007. Sosiologi Untuk SMA/MA. Edisi Pertama. Jakarta. Erlangga
Muin, Idianto. 2007. Sosiologi Untuk SMA/MA. Edisi Kedua. Jakarta. Erlangga
Muin, Idianto. 2007. Sosiologi Untuk SMA/MA. Edisi  Ketiga. Jakarta. Erlangga